Akademik atau Profesional?

Dua jalur karir yang bisa dilalui oleh seseorang dalam kehidupannya. Ada yang bisa menjalankan keduanya ada juga yang hanya bisa menjalankan salah satu saja. Ada satu  jalur lagi yaitu karir wirausaha, sebuah karir yang banyak diimpikan dan digandrungi oleh  mahasiswa saat ini. Sangat jarang  orang yang bisa menjalankan ketiga jalur tersebut secara bersamaan.

Hampir 7 tahun saya berkecimpung di dunia profesional dengan banyak pengalaman yang diperoleh. Pengalaman profesional pertama selama 2 tahun, saya banyak berinteraksi dengan orang lain mulai dari level pekerja sampai top manajemen, mempelajari sistem manajemen perusahaan dengan skala enterprise yakni dibidang hospitality, cara mengelola proyek secara efektif.  Unsur teknis yang berhubungan dengan IT masih ada, walau porsinya lebih sedikit. Pengalaman pada karir profesional ini memberi pandangan lain bagi saya, bahwa IT tidak hanya coding saja.

Pengalaman profesional yang kedua saya, sedikit bertolak belakang dengan pengalaman yang pertama, hampir 5 tahun saya menjalaninya. Pada pengalaman ini, saya lebih banyak berkutat dengan hal teknis, terutama yang berbau coding. Akan tetapi saya berinteraksi dengan orang lain jauh lebih sedikit jika dibanding dengan pengalaman pertama. Sistem manajemen yang dipelajari jauh lebih sedikit, karena model perusahaannya sederhana, akan tetapi tuntutan kreativitas dalam coding dan menghasilkan sebuah produk sangat besar. Kemampuan mengelola proyek IT begitu terasa, karena dalam sehari bisa dapat 2-3 proyek yang harus diselesaikan. Walau bukan wewenang saya untuk mengelola proyek tapi untunglah Manajer saya memberi kepercayaan, sebuah tanggung jawab besar yang saya emban.

Kini saya sedang memperdalami ilmu tentang Manajemen IT dan meniti karir di jalur akademik sebagai pengajar di almamater walau cuma paruh waktu. Kini saya banyak berinteraksi dengan banyak orang(terutama mahasiswa) dengan macam-macam karakter yang menuntut saya untuk banyak belajar lagi, selain hal yang berbau IT juga belajar yang non IT, seperti teknik pembelajaran, presentasi.

Tapi terkadang saya kangen dengan pengalaman di jalur profesional yang menuntut untuk berpikir cepat, hmmm mungkin aku harus mencoba memadukannya, akademik dan profesional.

Advertisements

Perjalanan 2012

Postingan di akhir tahun ini banyak sekali peritiwa yang seharusnya bisa jadi postingan, kesibukan baru yang menguras waktu dan tenaga membuat saya gagal menceritakan peristiwa tersebut dalam sebuah postingan #alesan. Ok, saya awali dengan peristiwa di awal tahun 2012

1. Resign

Di awal tahun 2012 kalau gak salah bulan maret saya resign dari Kapanlagi Group tempat saya berkerja selama hampir 6 tahun, sebuah rekor yang cukup lama ketika saya ikut sebuah perusahaan yang biasanya cuma sekitar 2 tahunan, mungkin karena keberadaan “member”  moco yang bikin aku betah yang sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri, alhamdulillah sampai saat ini masih kontak-kontakan walau hanya di dunia maya, “member” moco kayaknya pada resign semua deh, hehehe. Untuk alasan kenapa saya resign biarlah “member” moco dan pul-kumpul yang tau 😀

2. Bertapa di Pare

Ngapain bertapa di Pare? hehehe, ini sudah next planing saya setelah resign, karena saya punya keinginan besar untuk kuliah(lagi) setelah dipanasi oleh si Kajur Saru pimpian jamaah fi nikmatilah. Saya bertapa di Pare ikut kursus bahasa inggris, tepatnya ikut TOEFL preparation mengingat English saya pas-pasan, hahahaha. Di pare ikut kelas conversation dan TOEFL. Hasil bertapa lumayan lah, dari skor sekitar 330an sekarang sudah mau 500 tepatnya masih berkutat diangka 460an :D, tapi skor terakhir sudah lebih dari cukup buat prasyarat untuk kuliah lagi.

3. Hunting Beasiswa

Sebenarnya sih saya ingin kuliah dengan biaya sendiri, karena sudah saya planing sebelum saya resign, memang kelihatan berat sih kuliah lagi dari duit tabungan hasil “macul” di moco karena saya masih punya tanggungan cicilan rumah, sekolah si kacong dan nafkahin keluarga selama kuliah, karena saya bener-bener ingin fokus dengan kuliah tidak ingin diribetkan dengan kerjaan(lagi). Lagi-lagi berkat informasi Pak Kajur Saru ada “celah” yang bisa saya gunakan untuk mendapatkan beasiswa karena saya sudah pegang “konci”nya, hahahaha. Dan Alhamdulillah beasiswa saya lolos walau pencairannya “tersendat” sampek akhir tahun.

4. Jadi orang Rumahan

Yups, setelah saya resign saya jadi orang rumahan, aktivitas saya lebih sering di rumah, berkumpul dengan keluarga, berkumpul dengan istri dan duo kacong, jadi ojeg antar-jemput kacong 1 ke sekolah. Mungkin diawal-awal saya merasakan sebuah kebebasan penuh dari aktifitas kerjaan tapi lama-kelamaan kejenuhan mulai menghampiri, kalau dulu saya kerja sudah biasa melebihi jam kantor secara normal, kini kerjaan saya cuma makan tidur, makan tidur diselingi jalan-jalan 😀

5. Kuliah(lagi) di Kampus Perjuangan

Yups, akhirnya saya kuliah(lagi) di kampus perjuangan tepatnya di Pascasarjana ITS Surabaya Jurusan Teknik Informatika Program Studi Sistem Informasi, kenapa disebut kampus perjuangan? selain karena ITS berada di kota Surabaya yang biasa disebut kota (Pah)lawan ITS terkenal mahasiswanya yang harus berjuang untuk bisa lulus karena sudah banyak kasus mahasiswanya mrotol di tengah kuliah. Sambutan pertama kali dari Direktur Pascasarjana adalah “Selamat datang di Kampus Perjuangan”, awalnya sih aku menganggap ini sebuah slogan tapi ternyata tidak, saya memang harus berjuang di sini, sampai-sampai berat badan saya turun 5 kilo, hahaha.

6. Balik kucing Kampus

Hehehe, akhirnya saya balik kucing ke padepokan Tidar 100 buat ngajar(lagi), dulu di tahun 2007 sempat ngajar walau cuma satu semester megang satu kuliah. Semester ini saya megang dua mata kuliah, awal-awal kuliah sih berjalan lancar karena saya bisa membagi waktu antara waktu ngajar dengan waktu kuliah, dan ternyata di akhir kuliah menjelang UAS saya mulai sedikit keteteran karena model UAS kuliah saya adalah base on project/paper bukan base on test yang bisa disiapkan dengan sistem SKS(sistem kebut semalam) efeknya saya harus mengorbankan waktu ngajar saya, yang sering bolong dan hal yang sama juga dialami oleh teman seperjuangan saya yang rata-rata juga mengajar.

7. Tahun baru dengan Jurnal

Tahun baru ngapain? hmmm, pertanyaan seperti itu mungkin akan sedikit menyulut emosi teman seperjuangan saya, terutama si raja ngegek, karena dan mereka sibuk berkutat dengan tugas kuliah yang berkaitan dengan jurnal, ada yang tugas mereview jurnal ada tugas yang membuat paper berdasarkan jurnal. Sebenarnya tanggal 24 Desember 2012 sampai 1 Januari 2013 adalah masa libur bersama, lagi-lagi para punggawa kampus perjuangan tepatnya para dosen pengampu mata kuliah yang saya ambil semester ini memberikan tugas yang berkutat dengan jurnal, dari empat mata kuliah yang saya ambil 3 diantaranya memberikan tugas berkaitan dengan jurnal, terus mata kuliah satunya? mata kuliah satunya tugasnya membuat proyek pengabdian pada masyarakat yang tidak kalah ribet, karena saya sudah mulai prepare di tengah semester. Alhasil jatah liburan selama dua seminggu cuma saya pake lima hari, karena saya harus balik ke kampus perjuangan buat nyari literatur berupa jurnal yang hanya bisa diakses pake jaringan kampus, andai proxy kampus bisa diakses dari luar akan sangat amat membantu sekali.

Hmmm, saya rasa cukup ceritanya tentang perjalanan peristiwa selama tahun 2012, semoga tahun depan saya melaluinya dengan lancar, dan terget kuliah ke luar negeri lewat program double degree bisa kesampaian, syukur-syukur bisa kuliah sampai S3, eh tapi saya harus upgrade english saya dulu minimal dapat skor TOEFL 500. Pemirsaaaaa, mohon doanya ya


Menunda Pekerjaan

Kebiasaan ini mungkin dianggap lumrah, tapi saya yakin kebiasaan ini adalah kebiasaan buruk. Banyak alasan yang dicari untuk mendukung kebiasaan ini, mulai tidak punya waktu, sibuk mengerjakan pekerjaan yang lain, tidak bisa mikir kalau kepepet, masih bisa dikerjakan besok dan banyak lagi alasan lainnya untuk mencari pembenaran kebiasaan ini, termasuk saya 😀

Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh mahasiswa dan masih terbawa oleh saya hingga sekarang, hahaha. Setiap minggu biasanya saya mendapat tugas dari empat mata kuliah S2 yang sedang saya jalani dan juga setiap minggu saya memberi tugas untuk dua matakuliah yang sedang saya ajarkan semester ini, otomatis ada kerjaan tambahan yang harus saya kerjakan yakni mengoreksi tugas, selain itu saya harus menyiapkan slide untuk kuliah tiap minggunya.

Tugas S2 tidak mungkin ditunda, kewajiban mengajar juga tidak bisa ditunda yang memungkin bisa ditunda mengoreksi tugas mahasiswa, tapi saya yakin diakhir semester saya akan kerepotan juga karena pekerjaan yang tertunda akan menumpuk, masalah ini harus segera dipecahkan, caranya bagaimana? ya dimulai dikerjakan. Nah, timbul pertanyaan lagi, dikerjakan mulai dari mana?, dari yang paling mudah saja. Semuanya mudah kok, cuma untuk menyelesaikan perlu waktu untuk membaca. Nah, muncul pertanyaan/alasan lain lagi kan 😀

Menurut anda bagaimana?


Kompetensi dan Kualifikasi Kuliah Manajemen Proyek dan Perubahan

Postingan kali ini sebenarnya adalah tugas dari salah satu matakuliah semester ini yang aku pindah ke blog, tugasnya lebih ke arah motivasi diri dengan membuat “proposal diri” , bukan studi literatur seperti tugas kuliah pada umumnya, berikut isi tugasnya

Ingin belajar tentang Manajemen Proyek adalah salah satu alasan kuat kenapa saya memilih pascasarjana program studi Sistem Informasi di ITS Surabaya, sempat terbesit ingin mengikuti kursus singkat Manajemen Proyek tetapi setelah membaca sebuah artikel tentang kompetensi yang harus dimiliki seorang Manajer dan riset sederhana via internet pernah saya lakukan untuk mencari informasi tentang Manajemen Proyek, prospek kedepan di dunia industri Proyek saya berubah pikiran untuk membatalkan mengikuti kursus singkat tersebut.
Sebuah acara seminar tentang Manajemen Proyek yang dilaksanakan oleh Project Mangement Institute(PMI) Indonesia yang bekerja sama dengan kampus tempat saya belajar dan mengajar saat ini yakni STIKI Malang memberikan pandangan yang lebih luas tentang Manajemen Proyek. Fakta yang disajikan oleh pembicara bahwa jumlah Profesional di Indonesia yang memiliki kualifikasi Manajemen Proyek bersertifikat Project Management Professional(PMP) masih sedikit dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand atau Vietnam dan juga poin 6 pdu atas partisipasi mengikuti seminar tersebut menambah keinginan saya suatu saat harus punya sertifikasi PMP.
Target Kompetensi yang ingin dicapai selepas mengikut kuliah Manajemen Proyek dan Perubahan ini diantarannya:

  1. Mampu memimpin sebuah proyek baik proyek IT atau non IT mulai dari fase awal(Inisialisasi) dalam manajemen proyek sampai closing.
  2. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dalam mengelola proyek, baik komunikasi internal dengan tim proyek atau dengan pelanggan/user.
  3. Mempunyai kemampuan teknis dan manajemen yang mendukung kesuksesan dalam manajemen proyek.

Selain itu target kualifikasi yang ingin dicapai yakni dalam 2 tahun kedepan memiliki sertifikasi Certified Associate in Project Management(CAPM) dan 3 tahun kedepan memiliki sertifikasi PMP dari PMI.


Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor online via E-Samsat Jatim

Berawal dari Postingan Ditlantas Polda Jatim di Facebook tentang fasilitas pembayaran pajak kendaran online, saya tertarik untuk mencobanya fasilitas baru tersebut. Kebetulan pajak kendaraan tahun ini saya telat bayar(lagi), hahahaha telat kok yo rutin. Anda bisa bisa pake fasilitas tsb lewat link berikut http://www.esamsat.jatimprov.go.id/.

Pengalaman tahun lalu membayar pajak kendaraan yang kena “biaya plus-plus” , kali ini aku share pengalaman menggunakan fasilitas baru ini. Berikut ini adalah petunjuk yang dari Postingan Ditlantas Polda Jatim

Tampilan  homepage E-Samsat Jatim seperti berikut

r

Berikut ini adalah cara penggunaannya,

Langkah Pertama

Langkah ke dua

Langkah ke tiga

Langkah ke empat

Langkah terakhir

Setelah mendapatkan kode Bayar, anda bisa membayar pajaknya via ATM, E-Banking atau melalui teler. Setelah dari Bank anda masih harus melakukan pengesahan pajak di Kantor Samsat.

Komentar(positif) saya dari fasilitas sistem pembayaran baru tersebut secara penggunaan memang mudah, step-stepnya simple dan petunjuk penggunaannya lengkap dan jelas. Komentar(negatif) saya, bank yang disupport terbatas hanya bank Mandiri saya sedangkan bank sejuta ummat aka  BCA masih belum. Selain itu, kita masih harus melakukan pengesahaan di kantor Samsat, artinya setelah kita membayar via Bank kita masih pergi ke kantor Samsat untuk melakukan pengesahan yg lokasinya jauh dari rumah. Alhasil saya gak jadi pake fasilitas ini, karena lebih mudah bayar via Samsat Corner yang sistemnya one stop service seperti yang saya lakukan di tahun sebelumnya.

Demikian sharing saya kali ini, semoga bermanfaat.

NB: Selama saya ngetik postingan ini saja lagi gtalk-an ama mbak Briptu Devieriana, Dan alhasil saya sukses ngeblog di window Gtalk punya mbak Briptu =))


The Big Idea

Buku koleksi baru yang saya dapatkan ditumpukan buku diskon di MOG. Coba tebak berapa harganya?.

Buku karangan Donny Deutsh ini membuka mata saya, bagaimana sebuah ide bisa menjadi jutaan dolar.

Buku ini belum tamat aku baca, tapi sudah memberi efek bagi saya untuk bergerak mewujudkan ide-ide yang saya dapat.


Sepeda Tua, Gazelle seri 5 – 555716

Takjub, kagum sekaligus ngiler, hahahaha itulah yang bisa saya sampaikan setelah melihat sepeda onthel ini. Sepeda Gazelle seri 5 dengan no rangka 555716 membuat saya bengong sejenak. Sepeda produksi Belanda keluaran tahun 1938 membuat aku galau, beli atau ndak ya, hahaha

Berikut penampakannya

Tampak Utuh

Peneng

Nomer Rangka

Stang

Boncengan

Slebor Belakang

Lampu

Lampu merek Bosch

Yang ini lupa, apa namanya

Sadel

Gir Depan