Security Essential Workshop oleh ID-SIRTII

Dapat amanah dari Blogger Ngalam untuk menjadi salah satu peserta “Security Essential Workshop” yang diadakan oleh ID-SIRTII yang kebetulan acaranya diadakan di Malang, tepatnya di Hotel Ibis Style, workshop tersebut berlangsung selama dua hari, mulai jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Peserta yang hadir bermacam-macam, mulai dari praktisi, akademisi, corporate, mahasiswa sampai komunitas, dan tak lupa dari Instansi pemerintah.

Hari pertama untuk sesi yang pertama dipaparkan oleh Pak Iwan dengan topik “Pencegahan & Pengamanan Sistem Informasi berbasih IP dari ancaman Cyber”. Pak Iwan menyajikan data statistik trend serangan Internet Dunia tahun 2013 sampai kuartal pertama 2014.

serangan internet

Terlihat, Indonesia pernah ngetop jadi no satu, hmm apakah ini sebuah prestasi? apa benar serangan tersebut murni dari Indonesia? apa dampaknya bagi Indonesia?

Dari Pemaparan Pak Iwan, bisa saja ini dianggap prestasi, dengan keterbatasan infrastruktur internet di Indonesia bisa masuk jadi Top 10 sebagai negara yang melakukan serangan internet, akan tetapi kenyataannya serangan tersebut bukan murni dari Indonesia, akan tetapi dilakukan oleh IP luar yang memanfaatkan IP dari Indonesia untuk menyerang dan mirisnya kebanyakan IP yang digunakan adalah milik Instansi Pemerintah yang tidak dikelola keamanannya. Dampaknya, Indonesia bisa “dikucilkan” sebagai negara yang sangat rentan dalam Tingkat Keamanan Internetnya.

 

*Bersambung

Advertisements

Doa

Ya Allah,

Berikanlah kami ketabahan menjalani ujian yang Engkau berikan.

Berikanlah kami kekuatan menjaga amanah yang Engkau berikan

Berikanlah kami kebahagian diantara ujian dan amanah yang Engkau berikan

Dekatkanlah kami selalu dengan Mu

Amin


Bangun Pagi

Sebuah kebiasaan yang terpaksa mulai aku jalanin beberapa hari belakangan ini. Kebiasaan ini diawali dari kebiasaaan lain yang sangat jelek dan dianjurkan untuk tidak ditiru yakni menunda sholat Isya’. Pulang dari kantor langsung main po-campoan (baca:perang-perangan) cekakak cekikik berdua eh bertiga ding, melihat tingkah laku si junjun yang setiap hari ada saja yang baru, mulai gerakan Kage Bushin si Naruto sampai gerakan rukuk dalam sholat. Puas main dengan junjun biasa aku langsung tepar duluan, udah ngantuk berat tak tertahan untuk segera tidur, walau si junjun masih semangat untuk terus main.

Untunglah ada nyonya yang setia mengingatkan aku untuk sholat Isya’, sekitar jam 3 pagi nyonya sudah ngurdhag (baca: membangunkan dari tidur dengan paksa) untuk sholat Isya’, tapi entah kenapa kesempatan bangun pagi setiap harinya jarang aku pergunakan untuk menambah porsi ibadahku dengan sholat tahajud, habis sholat Isya’ langsung tidur lagi atau browsing kadang-kadang coding menyelesaikan kerjaan kantor yang sengaja tertunda.

Iseng-iseng aku coba googling manfaat bangun pagi menurut pandangan medis, sosiologi dan agama islam dan hasilnya

Medis :

  1. Menurut Dr. Muslim Nathin, bangun pagi juga dapat dapat mengurangi kecenderungan terserang panyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah.
  2. Kita mendapat kesempatan untuk menikmati udara segar yang belum tersentuh polusi, dimana momentum tersebut sangatlah tepat untuk memasukan sebanyak mungkin oksigen murni ke paru-paru dengan aktifitas olahraga[ref].

Sosiologi :

  1. Menjalin keakraban dengan tetangga yang sama-sama punya kebiasaan bangun pagi, ketika kita berolahraga atau ketika sholat subuh berjamaah di mesjid.
  2. Bertemu/berkenalan dengan orang baru yang punya aktifitas/bekerja di pagi hari, biasanya orang2 yang berdagang di pasar atau orang-orang yang lagi kulakan di pasar

Agama Islam :

  1. Rasulullah bersabda “berpagi pagi itu barokah”. Sebab waktu itu jiwa, akal dan fisik kita belum letih. masih fresh, jadi sayang jika tidak digunakan sebaik baiknya. sebaik baik waktu bekerja adalah di waktu pagi ini[ref].
  2. Rasulullah juga bersabda, “Tidur selepas subuh itu akan mewarisi kepapaan”. (kepapaan : kemuncak kepada segala macam kesulitan dan kesusahan) [ref]

Tidur lagi Olah raga yuks …


Di Teror Telemarketing

Ya…, itu yang aku alami minggu-minggu ini. Mulai ditawari asuransi, pinjaman tanpa agunan dengan bunga “hanya” 1,5% dengan syarat mudah hanya dengan menyebutkan no kredit atau hanya bilang iya, bisa langsung bisa di proses. Dan yang terakhir tadi pagi ditawari ikut seminar.

Pada awalnya aku berpikir dapat dari mana mereka data tentang ku. Diawali rasa ingin tau, setiap ada telp dari mereka aku pura-pura antusias dengan product yang mereka tawarkan seolah-olah ingin beli sambil mengorek-ngorek data-data apa aja yang mereka miliki tentang aku. Anjrit…. data yang mereka miliki banyak yang valid, mulai no telpon GSM & CDMA, alamat rumah lengkap dengan RT/RW nya, perusahan dimana aku bekerja, nama istri, nama ibu kandung.

Data lengkap seperti itu hanya bank yang punya jika kita menjadi nasabah. Dan aku ingat betul aku belum pernah memberikan data lengkap dibank dimana aku jadi nasabah, karena aku mendaftar pake KTP yang statusnya masih single :D. Dan kemaren adalah ketiga kalinya telamarketing dari salah satu bank nasional dimana aku bukan nasabahnya, ahhhh ribet amat sembunyiin identitas banknya, BANK DANAMON iya itu nama banknya. Darimana Danamon dapat data-dataku, padahal aku bukan nasabah mereka, aku belum pernah pake produk mereka dan aku belum pernah ngajukan aplikasi kartu kredit ke danamon.

Dan aku ingat betul, aku hanya memberikan data lengkap dengan status double, eh triple ding, hanya di Adira karena dulu aku adalah salah satu nasabah mereka, tapi kenapa danamon bisa punya data lengkap ku….?. Anjrit… ternyata adira adalah salah satu anak perusahaan danamon, tapi apakah dibenarkan data-data yang sifatnya private tersebut berpindah tangan ke institusi lain tanpa sepengetahuan yang empunya data? apa jadinya jika data private tersebut jatuh ke pihak yang tidak berwenang, yang punya niat jahat, ingin menculik aku untuk dijadikan editor berita, ha ha ha fantasi yang benar sesat sesesat-sesatnya, mereka belum tau “penyakit” ku yang seorang typo akut =)).

@Vnusday tunggulah giliranmu :))


Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah

Kami, sekeluarga mengucapkan:

Selamat Tahun Baru 1430 Hijriyah

Semoga ditahun yang baru ini, ibadahnya lebih baik dibandingkan tahun yang lalu.

Semoga ditahun yang baru ini, rizkinya lebih baik dibanding tahun yang lalu.

Semoga ditahun yang baru ini, kesehatannya selalu terjaga.

Semoga ditahun yang baru ini, lebih baik dibandingkan tahun yang lalu.

Semoga ditahun yang baru ini, kadar typo lebih baik dari tahun yang lalu 😀

Alhamdulillah, tahun ini diberi kesempatan untuk menghapus dosa.


Solusi Nyeleneh

Hiks…, postingan ini adalah solusi nyeleneh, tagihan si nengbiker untuk  untuk mengatasi masalah  bad habit yang dialami di timnya. Walaupun tidak sepenuhnya aku paham tentang SDM paling tidak aku mulai menerapakan ilmu-ilmu tentang SDM yang sering aku baca di blog punya Pak Sjafri Mangkuprawira, salah satu Profesor di IPB yang memang ahli di bidang SDM.

Artikel ini mungkin sedikit memberi gambaran tentang produktifitas & budaya kerja di Indonesia dan mungkin saja gambaran budaya kerja dikantor kita. Mungkin nengbiker perlu menjalin komunikasi yang lebih dengan partner kerja tentang masalah yang dialami dalam tim, tujuan yang akan dicapai oleh tim, sejauh mana tujuan sudah dicapai, kendala apa aja yang dialami untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk kinerja rekan kerja kita, semua harus dibicarakan. Caranya bagaimana ..? mungkin Artikel ini bisa digunakan 😀

Mungkin saja rekan nengbiker mengalami kejenuhan dengan rutinitas kerjaan yang cuma chating terus :D. Kejenuhan dengan rutinitas kerjaan yang hanya gitu2 aja bisa dialami siapa saja termasuk saya juga :D. Akibatnya apa…? bisa saja kejenuhan tersebut berakibat fatal atau menurunnya produktifitas kerja tim, sehingga tujuan yang semula ingin dicapai akhirnya gak kesampaian, jadi siap2 aja kena teguran ama leadermu bahkan kena SP1 he he.

Jobdesc yang jelas bahkan kalo bisa terperinci bisa dijadikan sarana untuk memantau apa yang dikerjakan oleh rekan kita karena memang tidak mungkin kita sewaktu2 nanyain ke rekan kerja, “kamu lagi ngerjain apa?”, atau mungkin sekali waktu perlu dikasih gimmick untuk mencapai target tertentu diluar jobdesc yang biasanya. Atau bisa pake cara ini untuk memantau apa yang dikerjakan oleh rekan, yang pernah aku usulkan ke leaderku dan disetujui dan masih berjalan sampai sekarang, walau terkadang aku melanggar usulku sendiri :)) , sorry sam 😀

Kongkritnya seperti ini:

  • Masing-masing tim setiap hari sebelum bekerja harus membuat list task yang akan dikerjakan hari ini yang diurutkan berdasarkan skala prioritas(pinjem istilahnya PW :D). List Task tersebut dikirim kesemua tim. List task tersebut dijadikan acuan masing2 tim sebagai target pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu.
  • Sebelum Pulang, masing2 tim membuat daily report, task apa aja yang sudah dikerjakan dari list task yang dibuat sebelumnya, jika ada tambahan task dari leader tambahkan juga dalam daily report tersebut. Jika ada task yang belum selesai dikerjakan harus dilaporkan juga, sejauh mana task tersebut dikerjakan, jika  ada kendala ketika menyelesaikan salah satu task juga harus dilaporkan atau ada usulan/request untuk mengatasi masalah tersebut.
  • Task yang belum selesai hari itu, esok harinya dimasukkan dalam list task besok yang harus diselesakan.
  • Ulangi dari cara pertama secara terus menurus,sampek blenger 😀

Serpertinya evaluasi dari leader mungkin saja diperlukan untuk menilai performa masing2 tim dalam setiap minggunya, gak usah yang evaluasi yang ribet deh, gak perlu dalam bentuk angka2 atau prosentase, cukup performa minggu kemaren lebih baik/turun/sama dari performa 2 minggu yang lalu, jangan lupa kasih juga motivasi/gimmick  biar tambah semangat,misalnya yang kinerjanya naik terus dalam 3 bulan berturut2 nanti diusulkan naik haji, eh naik gaji, he he he.

*mudah2an comment typo berkurang*


Resiko Seorang Penumpang

Kesalahan saat bekerja sudah rahasia umum menjadi resiko bagi seorang MANJI(Manusia bergaji), kesalahan itu bisa saja terjadi kapanpun, dimanapun, jadi jangan heran ada jargon dikalangan bisnis perparkiran “BARANG HILANG, RUSAK BUKAN TANGGUNG JAWAB MANAGEMEN” atau di bisnis transportasi, “RESIKO DI TANGGUNG PENUMPANG” jadi jangan terlalu banyak protes jika ada kecelakaan dijalan, korban yang mati kebanyakan adalah karyawan penumpang, sopirnya kabur atau diamankan petugas biar tidak digebukin Karyawan massa, karena sopir yang pegang kendali sebuah Perusahaan kendaraan, itulah resiko dan enaknya jadi Sopir.

Bagaimana jika kesalahan dilakukan oleh penumpang yang bisa mengakibatkan kecelakaan pada perusahaan kendaraan? siap-siaplah penumpang tersebut kena damprat, makian, cacian oleh MANAGEMEN Sopir, kondiktur, kernet bahkan sesama penumpang atau lebih parah penumpang tersebut di pecat turunkan ditengah jalan oleh sopir dan tak lupa kondektur memotong insentif menarik ongkos ke penumpang tersebut, pas dah apesnya, kata penumpang asal Madura “sudah tidak dapat kedudukan, dijatuhkan ke tanah air, tumpah darahku”(Sudah tidak dapat kursi, dijatuhkan dikubangan air dengan penuh luka).

Seorang Penumpang harus berani mati ketika dia menaiki sebuah kendaraan, bagaimana jika seorang penumpang tidak siap mati? ya jadi sopir aja, “gitu aja kok repot” kata Gus Dur. “Wah saya tidak kuat untuk beli kendaraan dan saya belum pernah/berani jadi sopir kendaraan” kata penumpang. Beli kendaraan yang kecil dulu, masak gak kuat? beli aja becak atau motor dan mulailah mencari & melayani penumpang, karena merekalah yang memberikan income ongkos buat sopir & kendaraan. Kalau beli becak atau motor saya masih kuatlah, tapi ada jaminan ndak saya bakal dapat penumpang. Itu adalah resiko seorang sopir sama seperti resiko ketika anda jadi penumpang, jadi tukang parkir bahkan pengemis pun ada resikonya, kalo anda tidak siap menanggung resiko, bunuh diri aja >:).

Hidup memang penuh dengan resiko, anda tidak bisa menolak atau menghindarinya. Jangan menganggap resiko itu sebagai dinding tebal dan panjang layaknya tembok china atau sebuah jurang dalam yang akan yang tidak bisa ditembus atau dilalui oleh anda. Banyak jalan menuju Mekkah Bung. Jangan jadikan resiko sebagai penghambat langkah anda, jadikanlah resiko sejalan dengan income yang anda dapatkan, seperti sebuah prinsip investasi, higth risk higth return.

Jadi, kapan anda mengajukan surat ijin mengemudi ?