Kuliah Perdana 2015

Minggu kemarin kuliah sudah mulai kemarin, berbeda jika dibandingkan tahun kemarin yang mengajar mahasiswa tingkat pertama, semester ini saya mendapatkan amanah mengajar mahasiswa tingkat dua dan tingkat tiga. Matakuliah yang diajarkan masih seputar pemograman, yakni algoritma dan struktur data serta pemograman web lanjut. Berdasarkan evaluasi(dari mahasiswa dan saya sendiri) terhadap perkuliah pada tahun sebelumnya, dimana banyak mahasiswa yang sibuk sendiri ketika saya menjelaskan, tepatnya membacakan materi yang sudah saya buat.

Dari evaluasi kuliah yang saya lakukan, yakni dalam bentuk uts, uas dan kuis. Banyak mahasiswa bisa  menjawab soal yang saya buat dengan benar, untuk kategori pertanyaan “What”, “When”,  dan “Where” yakni pertanyaan tentang pengertian suatu istilah atau semacamnya, yang menjadi catatan saya adalah jawaban mereka sama plek dengan materi(slide) yang saya buat, artinya mereka menulis ulang apa yang sudah saya tulis, hanya sebagian kecil mahasiswa yang menjawab dengan jawaban mereka sendiri yang intisarinya hampir sama seperti materi yang saya buat di slide.

Untuk pertanyaan kategori “Why”, Who”, dan “How”, banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk menjawab, pertanyaan kategori ini, tidak secara implisit saya tulis di slide, akan tetapi lebih banyak saya jelaskan secara verbal selama perkuliahan. Akibat sibuk sendiri selama kuliah, mahasiswa yang tidak menyimak dengan baik penjelasan saya selama kuliah akan kesulitas menjawab pertanyaan tersebut.

Berbekal hasil evaluasi perkuliahan tahun kemarin dan ditambah dengan postingan dari Bapak Budi Rahardjo, maka untuk semester ini, saya akan mengurangi porsi membuat materi/slide untuk kategori “What”, “When”,  dan “Where”, mahasiswa akan saya paksa untuk mencari sendiri, karena sejatinya meteri tersebut bisa mereka baca sendiri, bahkan bisa mereka hafalkan, yang harus mereka latih adalah menjawab jenis pertanyaan tersebut menurut bahasa mereka sendiri berdasarkan hasil dari membaca yang bisa dilakukan sendiri.

Bagaimana dengan kategori pertanyaan “Why”, Who”, dan “How”? sementara saya mencoba cari caranya, saya harus menemukan segera, cara yang tepat agar mahasiswa mampu memjawab kategori pertanyaan tersebut

 

Advertisements

Kontribusi Masyarakat Mengurangi ketergantungan terhadap BBM

BBM naik, LPG naik cari tau apa penyebabnya, ini perkara supply dan demand. Faktanya, posisi Indonesia saat ini adalah Importir BBM, supply dari dalam negeri belum mencukupi demand dalam negeri. Import BBM memang solusi jangka pendek tapi sampai kapan akan terus begini? Demand cenderung terus meningkat sejalan dengan meningkatnya GDP per kapita khususnya masyarakat kelas menengah, mereka mampu untuk membeli mobil pribadi minimal satu, sudah bisa ditebak efeknya thg demand BMM, melarang mereka untuk membeli, gak bakalan bisa, itu hak mereka. Faktanya konsumsi BBM banyak digunakan oleh mobil pribadi, maukah mereka beralih ke transportasi Umum?
Harga BBM dunia dipengaruhi oleh ketersediaan BBM dunia dan harga dollar(terutama bagi negara import BBM, baca:Indonesia), jika supply BBM dunia turun, maka hukum ekonomi akan berlaku, harganya akan terkerek naik, dan berlaku sebaliknya. Faktor kedua, yakni dolar menjadi pemicu kenaikan BBM, karena mata uang yg digunakan dalam perdagangan minyak, jika dollar naik, maka importir minyak harus merogoh kocek lebih dalam, karena selisih mata uang importir dengan dollar. Saat ini dolar naik, sejalan perbaikan ekonomi di Amerika, naiknya dolar juga dirasakan negara lain, tidak hanya Indonesia.

Sudah bisakan cari tau penyebabnya?
Sekarang solusinya bagaimana? kurangi ketergantungan terhadap BBM dan dolar, caranya?

  1. Gunakan/kembangkan energi alaternatif selain BBM, beralih ke Gas yg lebih murah dibanding BBM untuk transportasi, knp lebih murah, karena Gas disupply dan dalam negeri, transaksinya bisa menggunakan rupiah, loh, tapi LPG kok naik lagi, katanya disupply dari dalam negeri, hehehe mengirimkan LPG dari sumbernya ke masyarakat memerlukan biaya, karena pengangkutnya pakai truk yg juga pakai BBM, sudah tau kan kanapa LPG naik, waktu BBM naik.
  2. Gunakan mata uang rupiah untuk transaksi, paksa mereka yang bertransaksi dengan Indonesia menggunakan rupiah, atau gunakan mata uang lain yg relatif stabil terhadap rupiah.

Sekarang bagaimana kontribusi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan tersebut

  1. Gunakan angkutan umum, untuk menekan penggunaan BBM oleh mobil pribadi, dampaknya bisa mengurangi kemacetan loh, selain itu meningkatkan distribusi pendapatan ke masyarakat berpendapat rendah, yakni para sopir dan kernet.
  2. Beli/gunakan/konversi (jika terpaksa) kendaraan pribadi berbahan bakar gas, sudah banyak kok, dijual konverternya dipasaran
  3. Gunakan rupiah untuk transaksi, yg punya dana untuk pelesir, pelesirnya cukup di lokal saja, gak perlu ke singapura atau hongkong, raja ampat atau Gili labak tau kalah menarik.
  4. Cintai produk Indonesia, beli produk yang diproduksi dan bahannya yang dari Indonesia, kurangi penggunaan produk dari luar negeri, biar rupiah tidak menguap ke luar negeri

Mau tidak, anda ikut berkontribusi?


Perbedaan Warna

Berbeda itu sebuah anugrah, anda bisa membayangkan jika ingin melukis anda hanya punya satu warna putih yang sama dengan warna canvas. Perbedaan terkadang menyulut konflik jika itu menyangkut SARA terutama agama, gak usah antar agama dalam satu agama terkadang muncul konflik karena berbeda.

Sudah jamak kalau warna diidentikkan dengan sebuah aliran/faham, misalnya merah untuk nasionalis, Hijau untuk NU, biru untuk Muhammaadiyah dan ini juga berlaku untuk organisasi kemahasiswaan baik intra atau ekstra(semi otonom).

Tapi terkadang saya sedikit nyesek kalau ada yang bertanya kamu NU atau Muhammadiyah. Saya Oreng(orang) Sumenep Madura dan anda sudah tau kalau Madura merupakan basis dari NU. Orang tua saya seorang Muhammadiyah dan termasuk salah pelopor pergerakan Muhammadiyah di kota Sumenep dan istri saya dari kalangan NU. Kembali ke pertanyaan sebelumnya, dan jawabannya adalah “Saya Biru”, biru dalam bahasa madura artinya warna hijau dalam bahasa indonesia, lah terus yang benar yang mana, biru(Muhammadiyah) atau hijau(NU)? okay saya jawab “saya Muhammadiyah yang ikut qunut dan tahlilan”.

Ayah saya jadi panutan, walaupun seorang Muhammdiayah kalau ada yang menyelenggarakan tahlilan beliau tetap datang, kalau ke Masjid tidak pernah memandang itu Masjid Muhammadiyah atau NU, kalau datang ke pengajian tidak pernah memangdang siapa pembicaranya, Kyai NU atau Ustad Muhammadiyah atau hari raya berbeda anak-anaknya diberi kebebasan untuk mimilih. Bagaimana dengan saya? hal yang sama juga saya lakukan.

Perbedaan warna itu indah

Saya Biru!


“Identitas” Blog

Identitias blog umumnya adalah alamat domain blog itu sendiri, tapi terkadang ada blogger yang membuat “identitas” tambahan bisa berupa tagline atau pattern pada judul postingan, Seperti yang dilakukan oleh si tikabanget dengan tambahan judul “ituh” atau si Mcxoem dengan tambahan judul “Yang”, walau di postingan “Klub Inggris Juara UCL 2014” si Mcxoem lupa memasang “identitas”nya :))

Apakah saya akan melakukan hal yang sama? dengan menambah “identitas” pada judul postingan. Hmmm, biar gak seragam saya bikin berbeda untuk “identitas” tambahan yang akan saya sematkan di blog ini, biar gak dicap terlalu mainstream :D.

Sebagai orang Sumenep Madura yang bangga dengan identitas Maduranya, dipostingan berikutnya saya akan menambahkan beberapa kosakata bahasa Madura, tujuannya selain sebagai “identitas” tambahan juga saya jadikan media pembelajaran bagi pembaca blog ini tentang Bahasa Madura, sehingga diharapkan Bahasa Madura bisa lebih dikenal oleh para pembaca.


Hari Kedua

Tak banyak yang ditulis di hari kedua tahun ini.

Tahun ini sementara saya ingin lulus dan lolos, gak muluk-muluk yang ingin saya capai tahun ini.

Cuma dua? iya, cuma dua tapi untuk mencapai itu butuh perjuangan ekstra.

Mohon, doanya semoga bisa tercapai


Akademik atau Profesional?

Dua jalur karir yang bisa dilalui oleh seseorang dalam kehidupannya. Ada yang bisa menjalankan keduanya ada juga yang hanya bisa menjalankan salah satu saja. Ada satu  jalur lagi yaitu karir wirausaha, sebuah karir yang banyak diimpikan dan digandrungi oleh  mahasiswa saat ini. Sangat jarang  orang yang bisa menjalankan ketiga jalur tersebut secara bersamaan.

Hampir 7 tahun saya berkecimpung di dunia profesional dengan banyak pengalaman yang diperoleh. Pengalaman profesional pertama selama 2 tahun, saya banyak berinteraksi dengan orang lain mulai dari level pekerja sampai top manajemen, mempelajari sistem manajemen perusahaan dengan skala enterprise yakni dibidang hospitality, cara mengelola proyek secara efektif.  Unsur teknis yang berhubungan dengan IT masih ada, walau porsinya lebih sedikit. Pengalaman pada karir profesional ini memberi pandangan lain bagi saya, bahwa IT tidak hanya coding saja.

Pengalaman profesional yang kedua saya, sedikit bertolak belakang dengan pengalaman yang pertama, hampir 5 tahun saya menjalaninya. Pada pengalaman ini, saya lebih banyak berkutat dengan hal teknis, terutama yang berbau coding. Akan tetapi saya berinteraksi dengan orang lain jauh lebih sedikit jika dibanding dengan pengalaman pertama. Sistem manajemen yang dipelajari jauh lebih sedikit, karena model perusahaannya sederhana, akan tetapi tuntutan kreativitas dalam coding dan menghasilkan sebuah produk sangat besar. Kemampuan mengelola proyek IT begitu terasa, karena dalam sehari bisa dapat 2-3 proyek yang harus diselesaikan. Walau bukan wewenang saya untuk mengelola proyek tapi untunglah Manajer saya memberi kepercayaan, sebuah tanggung jawab besar yang saya emban.

Kini saya sedang memperdalami ilmu tentang Manajemen IT dan meniti karir di jalur akademik sebagai pengajar di almamater walau cuma paruh waktu. Kini saya banyak berinteraksi dengan banyak orang(terutama mahasiswa) dengan macam-macam karakter yang menuntut saya untuk banyak belajar lagi, selain hal yang berbau IT juga belajar yang non IT, seperti teknik pembelajaran, presentasi.

Tapi terkadang saya kangen dengan pengalaman di jalur profesional yang menuntut untuk berpikir cepat, hmmm mungkin aku harus mencoba memadukannya, akademik dan profesional.


Perjalanan 2012

Postingan di akhir tahun ini banyak sekali peritiwa yang seharusnya bisa jadi postingan, kesibukan baru yang menguras waktu dan tenaga membuat saya gagal menceritakan peristiwa tersebut dalam sebuah postingan #alesan. Ok, saya awali dengan peristiwa di awal tahun 2012

1. Resign

Di awal tahun 2012 kalau gak salah bulan maret saya resign dari Kapanlagi Group tempat saya berkerja selama hampir 6 tahun, sebuah rekor yang cukup lama ketika saya ikut sebuah perusahaan yang biasanya cuma sekitar 2 tahunan, mungkin karena keberadaan “member”  moco yang bikin aku betah yang sudah aku anggap sebagai keluarga sendiri, alhamdulillah sampai saat ini masih kontak-kontakan walau hanya di dunia maya, “member” moco kayaknya pada resign semua deh, hehehe. Untuk alasan kenapa saya resign biarlah “member” moco dan pul-kumpul yang tau 😀

2. Bertapa di Pare

Ngapain bertapa di Pare? hehehe, ini sudah next planing saya setelah resign, karena saya punya keinginan besar untuk kuliah(lagi) setelah dipanasi oleh si Kajur Saru pimpian jamaah fi nikmatilah. Saya bertapa di Pare ikut kursus bahasa inggris, tepatnya ikut TOEFL preparation mengingat English saya pas-pasan, hahahaha. Di pare ikut kelas conversation dan TOEFL. Hasil bertapa lumayan lah, dari skor sekitar 330an sekarang sudah mau 500 tepatnya masih berkutat diangka 460an :D, tapi skor terakhir sudah lebih dari cukup buat prasyarat untuk kuliah lagi.

3. Hunting Beasiswa

Sebenarnya sih saya ingin kuliah dengan biaya sendiri, karena sudah saya planing sebelum saya resign, memang kelihatan berat sih kuliah lagi dari duit tabungan hasil “macul” di moco karena saya masih punya tanggungan cicilan rumah, sekolah si kacong dan nafkahin keluarga selama kuliah, karena saya bener-bener ingin fokus dengan kuliah tidak ingin diribetkan dengan kerjaan(lagi). Lagi-lagi berkat informasi Pak Kajur Saru ada “celah” yang bisa saya gunakan untuk mendapatkan beasiswa karena saya sudah pegang “konci”nya, hahahaha. Dan Alhamdulillah beasiswa saya lolos walau pencairannya “tersendat” sampek akhir tahun.

4. Jadi orang Rumahan

Yups, setelah saya resign saya jadi orang rumahan, aktivitas saya lebih sering di rumah, berkumpul dengan keluarga, berkumpul dengan istri dan duo kacong, jadi ojeg antar-jemput kacong 1 ke sekolah. Mungkin diawal-awal saya merasakan sebuah kebebasan penuh dari aktifitas kerjaan tapi lama-kelamaan kejenuhan mulai menghampiri, kalau dulu saya kerja sudah biasa melebihi jam kantor secara normal, kini kerjaan saya cuma makan tidur, makan tidur diselingi jalan-jalan 😀

5. Kuliah(lagi) di Kampus Perjuangan

Yups, akhirnya saya kuliah(lagi) di kampus perjuangan tepatnya di Pascasarjana ITS Surabaya Jurusan Teknik Informatika Program Studi Sistem Informasi, kenapa disebut kampus perjuangan? selain karena ITS berada di kota Surabaya yang biasa disebut kota (Pah)lawan ITS terkenal mahasiswanya yang harus berjuang untuk bisa lulus karena sudah banyak kasus mahasiswanya mrotol di tengah kuliah. Sambutan pertama kali dari Direktur Pascasarjana adalah “Selamat datang di Kampus Perjuangan”, awalnya sih aku menganggap ini sebuah slogan tapi ternyata tidak, saya memang harus berjuang di sini, sampai-sampai berat badan saya turun 5 kilo, hahaha.

6. Balik kucing Kampus

Hehehe, akhirnya saya balik kucing ke padepokan Tidar 100 buat ngajar(lagi), dulu di tahun 2007 sempat ngajar walau cuma satu semester megang satu kuliah. Semester ini saya megang dua mata kuliah, awal-awal kuliah sih berjalan lancar karena saya bisa membagi waktu antara waktu ngajar dengan waktu kuliah, dan ternyata di akhir kuliah menjelang UAS saya mulai sedikit keteteran karena model UAS kuliah saya adalah base on project/paper bukan base on test yang bisa disiapkan dengan sistem SKS(sistem kebut semalam) efeknya saya harus mengorbankan waktu ngajar saya, yang sering bolong dan hal yang sama juga dialami oleh teman seperjuangan saya yang rata-rata juga mengajar.

7. Tahun baru dengan Jurnal

Tahun baru ngapain? hmmm, pertanyaan seperti itu mungkin akan sedikit menyulut emosi teman seperjuangan saya, terutama si raja ngegek, karena dan mereka sibuk berkutat dengan tugas kuliah yang berkaitan dengan jurnal, ada yang tugas mereview jurnal ada tugas yang membuat paper berdasarkan jurnal. Sebenarnya tanggal 24 Desember 2012 sampai 1 Januari 2013 adalah masa libur bersama, lagi-lagi para punggawa kampus perjuangan tepatnya para dosen pengampu mata kuliah yang saya ambil semester ini memberikan tugas yang berkutat dengan jurnal, dari empat mata kuliah yang saya ambil 3 diantaranya memberikan tugas berkaitan dengan jurnal, terus mata kuliah satunya? mata kuliah satunya tugasnya membuat proyek pengabdian pada masyarakat yang tidak kalah ribet, karena saya sudah mulai prepare di tengah semester. Alhasil jatah liburan selama dua seminggu cuma saya pake lima hari, karena saya harus balik ke kampus perjuangan buat nyari literatur berupa jurnal yang hanya bisa diakses pake jaringan kampus, andai proxy kampus bisa diakses dari luar akan sangat amat membantu sekali.

Hmmm, saya rasa cukup ceritanya tentang perjalanan peristiwa selama tahun 2012, semoga tahun depan saya melaluinya dengan lancar, dan terget kuliah ke luar negeri lewat program double degree bisa kesampaian, syukur-syukur bisa kuliah sampai S3, eh tapi saya harus upgrade english saya dulu minimal dapat skor TOEFL 500. Pemirsaaaaa, mohon doanya ya