Perbedaan Warna

Berbeda itu sebuah anugrah, anda bisa membayangkan jika ingin melukis anda hanya punya satu warna putih yang sama dengan warna canvas. Perbedaan terkadang menyulut konflik jika itu menyangkut SARA terutama agama, gak usah antar agama dalam satu agama terkadang muncul konflik karena berbeda.

Sudah jamak kalau warna diidentikkan dengan sebuah aliran/faham, misalnya merah untuk nasionalis, Hijau untuk NU, biru untuk Muhammaadiyah dan ini juga berlaku untuk organisasi kemahasiswaan baik intra atau ekstra(semi otonom).

Tapi terkadang saya sedikit nyesek kalau ada yang bertanya kamu NU atau Muhammadiyah. Saya Oreng(orang) Sumenep Madura dan anda sudah tau kalau Madura merupakan basis dari NU. Orang tua saya seorang Muhammadiyah dan termasuk salah pelopor pergerakan Muhammadiyah di kota Sumenep dan istri saya dari kalangan NU. Kembali ke pertanyaan sebelumnya, dan jawabannya adalah “Saya Biru”, biru dalam bahasa madura artinya warna hijau dalam bahasa indonesia, lah terus yang benar yang mana, biru(Muhammadiyah) atau hijau(NU)? okay saya jawab “saya Muhammadiyah yang ikut qunut dan tahlilan”.

Ayah saya jadi panutan, walaupun seorang Muhammdiayah kalau ada yang menyelenggarakan tahlilan beliau tetap datang, kalau ke Masjid tidak pernah memandang itu Masjid Muhammadiyah atau NU, kalau datang ke pengajian tidak pernah memangdang siapa pembicaranya, Kyai NU atau Ustad Muhammadiyah atau hari raya berbeda anak-anaknya diberi kebebasan untuk mimilih. Bagaimana dengan saya? hal yang sama juga saya lakukan.

Perbedaan warna itu indah

Saya Biru!

Advertisements

“Identitas” Blog

Identitias blog umumnya adalah alamat domain blog itu sendiri, tapi terkadang ada blogger yang membuat “identitas” tambahan bisa berupa tagline atau pattern pada judul postingan, Seperti yang dilakukan oleh si tikabanget dengan tambahan judul “ituh” atau si Mcxoem dengan tambahan judul “Yang”, walau di postingan “Klub Inggris Juara UCL 2014” si Mcxoem lupa memasang “identitas”nya :))

Apakah saya akan melakukan hal yang sama? dengan menambah “identitas” pada judul postingan. Hmmm, biar gak seragam saya bikin berbeda untuk “identitas” tambahan yang akan saya sematkan di blog ini, biar gak dicap terlalu mainstream :D.

Sebagai orang Sumenep Madura yang bangga dengan identitas Maduranya, dipostingan berikutnya saya akan menambahkan beberapa kosakata bahasa Madura, tujuannya selain sebagai “identitas” tambahan juga saya jadikan media pembelajaran bagi pembaca blog ini tentang Bahasa Madura, sehingga diharapkan Bahasa Madura bisa lebih dikenal oleh para pembaca.


Hari Kedua

Tak banyak yang ditulis di hari kedua tahun ini.

Tahun ini sementara saya ingin lulus dan lolos, gak muluk-muluk yang ingin saya capai tahun ini.

Cuma dua? iya, cuma dua tapi untuk mencapai itu butuh perjuangan ekstra.

Mohon, doanya semoga bisa tercapai