Menunda Pekerjaan

Kebiasaan ini mungkin dianggap lumrah, tapi saya yakin kebiasaan ini adalah kebiasaan buruk. Banyak alasan yang dicari untuk mendukung kebiasaan ini, mulai tidak punya waktu, sibuk mengerjakan pekerjaan yang lain, tidak bisa mikir kalau kepepet, masih bisa dikerjakan besok dan banyak lagi alasan lainnya untuk mencari pembenaran kebiasaan ini, termasuk saya 😀

Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh mahasiswa dan masih terbawa oleh saya hingga sekarang, hahaha. Setiap minggu biasanya saya mendapat tugas dari empat mata kuliah S2 yang sedang saya jalani dan juga setiap minggu saya memberi tugas untuk dua matakuliah yang sedang saya ajarkan semester ini, otomatis ada kerjaan tambahan yang harus saya kerjakan yakni mengoreksi tugas, selain itu saya harus menyiapkan slide untuk kuliah tiap minggunya.

Tugas S2 tidak mungkin ditunda, kewajiban mengajar juga tidak bisa ditunda yang memungkin bisa ditunda mengoreksi tugas mahasiswa, tapi saya yakin diakhir semester saya akan kerepotan juga karena pekerjaan yang tertunda akan menumpuk, masalah ini harus segera dipecahkan, caranya bagaimana? ya dimulai dikerjakan. Nah, timbul pertanyaan lagi, dikerjakan mulai dari mana?, dari yang paling mudah saja. Semuanya mudah kok, cuma untuk menyelesaikan perlu waktu untuk membaca. Nah, muncul pertanyaan/alasan lain lagi kan 😀

Menurut anda bagaimana?


Kompetensi dan Kualifikasi Kuliah Manajemen Proyek dan Perubahan

Postingan kali ini sebenarnya adalah tugas dari salah satu matakuliah semester ini yang aku pindah ke blog, tugasnya lebih ke arah motivasi diri dengan membuat “proposal diri” , bukan studi literatur seperti tugas kuliah pada umumnya, berikut isi tugasnya

Ingin belajar tentang Manajemen Proyek adalah salah satu alasan kuat kenapa saya memilih pascasarjana program studi Sistem Informasi di ITS Surabaya, sempat terbesit ingin mengikuti kursus singkat Manajemen Proyek tetapi setelah membaca sebuah artikel tentang kompetensi yang harus dimiliki seorang Manajer dan riset sederhana via internet pernah saya lakukan untuk mencari informasi tentang Manajemen Proyek, prospek kedepan di dunia industri Proyek saya berubah pikiran untuk membatalkan mengikuti kursus singkat tersebut.
Sebuah acara seminar tentang Manajemen Proyek yang dilaksanakan oleh Project Mangement Institute(PMI) Indonesia yang bekerja sama dengan kampus tempat saya belajar dan mengajar saat ini yakni STIKI Malang memberikan pandangan yang lebih luas tentang Manajemen Proyek. Fakta yang disajikan oleh pembicara bahwa jumlah Profesional di Indonesia yang memiliki kualifikasi Manajemen Proyek bersertifikat Project Management Professional(PMP) masih sedikit dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand atau Vietnam dan juga poin 6 pdu atas partisipasi mengikuti seminar tersebut menambah keinginan saya suatu saat harus punya sertifikasi PMP.
Target Kompetensi yang ingin dicapai selepas mengikut kuliah Manajemen Proyek dan Perubahan ini diantarannya:

  1. Mampu memimpin sebuah proyek baik proyek IT atau non IT mulai dari fase awal(Inisialisasi) dalam manajemen proyek sampai closing.
  2. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dalam mengelola proyek, baik komunikasi internal dengan tim proyek atau dengan pelanggan/user.
  3. Mempunyai kemampuan teknis dan manajemen yang mendukung kesuksesan dalam manajemen proyek.

Selain itu target kualifikasi yang ingin dicapai yakni dalam 2 tahun kedepan memiliki sertifikasi Certified Associate in Project Management(CAPM) dan 3 tahun kedepan memiliki sertifikasi PMP dari PMI.