Menggunakan Fitur Blackberry Broadcast secara Bijak

Anda sering dapat Broadcast via BBM dari “contact list” anda? saya yakin anda pernah mengalaminya. Salah satu fitur dari BBM pengguna Blackberry kita bisa melakukan Broadcast Message ke “contact list” yang kita punya(one to many).

Sebelum itu harus anda  pahami BBM beda dengan Twitter dan SMS dari sisi komunikasi penggunanya, jenis komunikasi di BBM adalah one to one, anda hanya bisa mengirimkan message hanya kepada contact list yg anda punya yakni PIN BB yang saling diapprove, beda dengan SMS asal orang tau no kita bisa saja mereka mengirim pesan tanpa bisa kita halangi, mirip di twitter cukup mention user yang kita inginkan dengan catatan selama user kita tidak di-block atau di-mute oleh user yg kita mention.

Bagaimana dengan pesan yang kita kirim dengan fitur Blackberry Broadcast?, pesan yg diterima sifat komunikasinya masih one to one  jadi sifatnya lebih private/pribadi, walaupun cara pengirimannya bisa secara one to many, analoginya sama seperti anda sedang berbicara dengan teman anda secara langsung. Broadcast yang anda kirim akan diterima langsung ke BB teman anda dan biasanya ada notifikasi berupa ringtone jika kondisi tidak silent. Jika jenis pesan yang anda kirim adalah berupa pertanyaan dan kemungkinan anda pasti berharap mendapatkan respon berupa jawaban, bagaimana perasaan anda jika anda bertanya langsung kepada teman anda tapi “dikacangin”?. Jika jenis pesan berupa pemberitahuan ada kemungkinan ada merespon atau hanya diam.

Ketika menggunakan sebuah fitur Blackberry Broadcast apakah ada aturannya? tidak ada aturan atau regulasi khusus yg tertulis untuk penggunaan fitur ini, aturan itu yg menentukan anda sendiri artinya ada etika dasar dalam berkomunikasi dengan orang lain dalam hal ini ketika anda mengirim pesan. Bagaimana jika anda melanggar etikanya?, siap-siap saja anda dapat respon yg tidak enak/sesuai bahkan bisa saja umpatan dari teman anda.

Menurut pemikiran saya, ketika menggunakan fitur ini, hendaknya perhatikan beberapa hal berikut:

1. Pikir dulu sebelum mengirim

Mirip seperti di dunia blogger “Think before post”. Pikir kembali pesan yang akan anda kirim, apakah pesan yang anda kirim tidak akan menyebabkan penerima tersinggung, misalnya pesannya berisi pertanyaan kapan nikah bagi yg lagi jomblo atau statusnya masih pikir-pikir, jangan salah kalau anda bakal “ditabok ama knalpot” (dejavu) #eaaa. Contoh pesan lainnya anda bertanya hal yang menurut anda penting, pikir kembali apakah pesan yg akan dikirim kepada teman yg tepat karena belum tentu menurut yang anda penting tapi tidak bagi teman anda, bahkan itu jadi “bahan” yang bikin teman anda marah, misalnya anda bertanya bagaimana jika anda dilamar/diajak jadian oleh pria yang lagi beristri/punya pacar kepada teman anda yang sedang mengalami cobaan pasangangannya sedang selingkuh, siap-siap saja dapat “tabokan knalpot”(lagi). Postingan Pak Jamil tentang Bertanya menyadarkan saya jika selama ini ada kalanya saya salah ketika bertanya sesuatu.

2. Lihat waktu

Yups, lihat waktu ketika anda mengirim pesan, kirimlah pesan anda di waktu yang tepat yakni pada saat teman anda sudah siap menerima pesan yang anda terima, misalnya di luar jam istirahat. Apakah dilarang mengirim pesan pada saat jam istirahat menurut saya tidak dengan syarat sifat penting/mendesak misalnya pemberitahuan berita duka atau server kantor lagi ngadat(dejavu lagi). Bagaimana jika anda mengirim pesan hal yang tidak urgent pada saat teman anda mau/sedang istirahat/tidur, hmmm siap-siap dapat “tabokan knalpot”(lagi)

Seperti kata Pak Jamil tentang bertanya

Bertanya memang tidak salah, tetapi sembarangan bertanya itu salah besar. “Perbaikilah caramu bertanya karena pertanyaan bisa juga menunjukkan kualitas dirimu.

Sama halnya ketika anda menggunakan fitur teknologi dalam hal ini Blackberry Broadcast, menunjukan kualitas dari penggunanya

Smartphone for smart user

Nah, sekarang bagaimana jika anda ingin mengirimkan pertanyaan atau informasi kepada teman anda via Blackberry yg sifat tidak terlalu urgent? gunakan fitur BBG(Blackberry Group) atau via milis dengan syarat anda memperhatikan etikanya juga. Kenapa saya menyarankan dua cara tersebut, karena pada umumnya pengguna BB mematikan fitur ringtone untuk pesan dari BBG atau membaca milis secara berkala/waktu tertentu tapi jangan marah  jika responnya OOT, apalagi pas hari jumat di milis tertentu dijadikan hari OOT milis😀


6 Comments on “Menggunakan Fitur Blackberry Broadcast secara Bijak”

  1. nengbiker says:

    2 hari tanpa BB, rasanya indah dunia

  2. xocolatl says:

    aq benci banget kalo ada BM berantai…

  3. gajah_pesing says:

    JOSH | JOmblo Sampai Halal

  4. devieriana says:

    hahahaha, aku juga sering dapet. Bukan cuma broadcast berita hoax nan basi, tapi seringnya test contact. Hadaaahhh…

  5. honeylizious says:

    belum pake BB, eheheheh

    salam kenal dari Pontianak

  6. bombom says:

    sama..kadang ndak suka sama BM yang berantai..alesyan berbagi inilah, itulah…ckckck…


Ninggalin jejak di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s