Penolakan Identitas Sebagai Orang Madura

Seringkali aku temui ketika mudik menjelang Telasan(lebaran) dibis terdengar dialog Jakarta(elu, gua, kagak dll)
dengan logat Madura. Mereka adalah orang yang merantau ke Jakarta. Sungguh sangat risih aku mendengarnya,
kenapa mereka tidak menggunakan bahasa ibu mereka apakah mereka malu menggunakan bahasa madura atau mereka
ingin menunjukkan jika mereka perantauan dari Jakarta. Dan lebih parah lagi penggunaan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa Madura dan ini banyak dilakukan oleh sebagian kalangan terpelajar(mahasiswa) yang kuliah di Jawa.

Kamu A kuliah dimana?

Kamu sudah semester berempa?

Sekarang alako dimana?

Jika ingin menggunakan Bahasa Indonesia gunakan dengan benar,jika ingin menggunakan Bahasa Madura
gunakanlah bahasa Madura yang benar. Kenapa harus mencampur adukkan keduanya.

Mungkin itu adalah salah satu bentuk penolakan identitas sebagai orang madura. Mungkin mereka malu untuk mengaku sebagai orang madura. Citra orang Madura dimata masyarakat diluar Madura cenderung negatif karena kebanyakan pekerjaannya yang dianggap rendah/kotor yakni perdagangan besi tua. Citra negatif lainnya adalah kebiasaan Carok atau membawa celurit kemana-mana, banyak masyarakat luar madura mengatakan carok adalah sebuah tradisi/identitas orang Madura.

Saatnya kita sebagai orang Madura merubah citra tersebut, siapa lagi yang akan merubah jika bukan kita sendiri sebagai orang madura ada ungkapan khas madura untuk perubahan ini.

Coma Oreng Madhura, se ngarte bhasa Madhura

(Hanya orang Madura yang mengerti bahasa Madura)

Proses perubahan ini memang butuh waktu panjang, kesungguhan dan pengorbanan. Peningkatan kualitas pendidikan adalah solusinya. Figur tokoh masyarakat memang penting untuk dijadikan contoh untuk perubahan ini, tapi hal yang paling penting adalah perubahan yang dilakukan oleh taretan dhibi’.


4 Comments on “Penolakan Identitas Sebagai Orang Madura”

  1. nengbiker says:

    kalo yang diajak ngomong ga bisa bahasa madura apa ya maksa? kan mending campur sama bahasa indonesia, sedikit2 bisa ngerti maksud yang ingin disampaikan.

    • idiluam says:

      Kalo gak bisa bhasa Madure, berarti bukan reng Madure,
      Justru sengko’(aku) bangga orang tegal belajar Bahasa Madura ;))

  2. benny says:

    taretan dibi’ = orang2nya sendiri

  3. nophindahoz says:

    hmm… gag juga.. temenku itu asli Madura, tapi adiknya mulai dari orok udah lahir di Jawa. Dia tetep bangga bilang dia orang Madura walaupun gag bisa bahasa Madura.

    IMHO, gag cuma bahasa yang bisa menunjukkan kecintaan kita. La lek misale ancen gag bisa la kudu gimana lagi? Toh bahasa campuran gini malah bisa berarti kecintaan mereka terhadap bahasa Ibu dan bahasa Negara sama besarnya. iya toh?


Ninggalin jejak di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s