Bangun Pagi

Sebuah kebiasaan yang terpaksa mulai aku jalanin beberapa hari belakangan ini. Kebiasaan ini diawali dari kebiasaaan lain yang sangat jelek dan dianjurkan untuk tidak ditiru yakni menunda sholat Isya’. Pulang dari kantor langsung main po-campoan (baca:perang-perangan) cekakak cekikik berdua eh bertiga ding, melihat tingkah laku si junjun yang setiap hari ada saja yang baru, mulai gerakan Kage Bushin si Naruto sampai gerakan rukuk dalam sholat. Puas main dengan junjun biasa aku langsung tepar duluan, udah ngantuk berat tak tertahan untuk segera tidur, walau si junjun masih semangat untuk terus main.

Untunglah ada nyonya yang setia mengingatkan aku untuk sholat Isya’, sekitar jam 3 pagi nyonya sudah ngurdhag (baca: membangunkan dari tidur dengan paksa) untuk sholat Isya’, tapi entah kenapa kesempatan bangun pagi setiap harinya jarang aku pergunakan untuk menambah porsi ibadahku dengan sholat tahajud, habis sholat Isya’ langsung tidur lagi atau browsing kadang-kadang coding menyelesaikan kerjaan kantor yang sengaja tertunda.

Iseng-iseng aku coba googling manfaat bangun pagi menurut pandangan medis, sosiologi dan agama islam dan hasilnya

Medis :

  1. Menurut Dr. Muslim Nathin, bangun pagi juga dapat dapat mengurangi kecenderungan terserang panyakit kardiovaskular atau gangguan jantung dan pembuluh darah.
  2. Kita mendapat kesempatan untuk menikmati udara segar yang belum tersentuh polusi, dimana momentum tersebut sangatlah tepat untuk memasukan sebanyak mungkin oksigen murni ke paru-paru dengan aktifitas olahraga[ref].

Sosiologi :

  1. Menjalin keakraban dengan tetangga yang sama-sama punya kebiasaan bangun pagi, ketika kita berolahraga atau ketika sholat subuh berjamaah di mesjid.
  2. Bertemu/berkenalan dengan orang baru yang punya aktifitas/bekerja di pagi hari, biasanya orang2 yang berdagang di pasar atau orang-orang yang lagi kulakan di pasar

Agama Islam :

  1. Rasulullah bersabda “berpagi pagi itu barokah”. Sebab waktu itu jiwa, akal dan fisik kita belum letih. masih fresh, jadi sayang jika tidak digunakan sebaik baiknya. sebaik baik waktu bekerja adalah di waktu pagi ini[ref].
  2. Rasulullah juga bersabda, “Tidur selepas subuh itu akan mewarisi kepapaan”. (kepapaan : kemuncak kepada segala macam kesulitan dan kesusahan) [ref]

Tidur lagi Olah raga yuks …

Advertisements