Di Teror Telemarketing

Ya…, itu yang aku alami minggu-minggu ini. Mulai ditawari asuransi, pinjaman tanpa agunan dengan bunga “hanya” 1,5% dengan syarat mudah hanya dengan menyebutkan no kredit atau hanya bilang iya, bisa langsung bisa di proses. Dan yang terakhir tadi pagi ditawari ikut seminar.

Pada awalnya aku berpikir dapat dari mana mereka data tentang ku. Diawali rasa ingin tau, setiap ada telp dari mereka aku pura-pura antusias dengan product yang mereka tawarkan seolah-olah ingin beli sambil mengorek-ngorek data-data apa aja yang mereka miliki tentang aku. Anjrit…. data yang mereka miliki banyak yang valid, mulai no telpon GSM & CDMA, alamat rumah lengkap dengan RT/RW nya, perusahan dimana aku bekerja, nama istri, nama ibu kandung.

Data lengkap seperti itu hanya bank yang punya jika kita menjadi nasabah. Dan aku ingat betul aku belum pernah memberikan data lengkap dibank dimana aku jadi nasabah, karena aku mendaftar pake KTP yang statusnya masih singlešŸ˜€. Dan kemaren adalah ketiga kalinya telamarketing dari salah satu bank nasional dimana aku bukan nasabahnya, ahhhh ribet amat sembunyiin identitas banknya, BANK DANAMON iya itu nama banknya. Darimana Danamon dapat data-dataku, padahal aku bukan nasabah mereka, aku belum pernah pake produk mereka dan aku belum pernah ngajukan aplikasi kartu kredit ke danamon.

Dan aku ingat betul, aku hanya memberikan data lengkap dengan status double, eh triple ding, hanya di Adira karena dulu aku adalah salah satu nasabah mereka, tapi kenapa danamon bisa punya data lengkap ku….?. Anjrit… ternyata adira adalah salah satu anak perusahaan danamon, tapi apakah dibenarkan data-data yang sifatnya private tersebut berpindah tangan ke institusi lain tanpa sepengetahuan yang empunya data? apa jadinya jika data private tersebut jatuh ke pihak yang tidak berwenang, yang punya niat jahat, ingin menculik aku untuk dijadikan editor berita, ha ha ha fantasi yang benar sesat sesesat-sesatnya, mereka belum tau “penyakit” ku yang seorang typo akut =)).

@Vnusday tunggulah giliranmu :))


4 Comments on “Di Teror Telemarketing”

  1. nengbiker says:

    kenapa harus nunggu vnuzday????

    siyal..

    eh. tapi keknya aku selalu ngasi nomer hp yg beda deh tiap aplikasi ke manaaaa gituh. :))

    biarin deh

  2. MQ Hidayat says:

    Waduh, kita bernasib sama.
    Seminggun ini, aku juga dapat email teror dari orang yg katane dapt emailku dari wordpress.

    Ni gimana sih?
    Aku juga bingung ngatasinya, mana tanyanya aneh2.

    Enaknya diapakan ya, orang2 macam kayak bgini?

  3. arifudin says:

    ya kadang saya juga sering begitušŸ™„


Ninggalin jejak di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s