Solusi Nyeleneh

Hiks…, postingan ini adalah solusi nyeleneh, tagihan si nengbiker untuk  untuk mengatasi masalah  bad habit yang dialami di timnya. Walaupun tidak sepenuhnya aku paham tentang SDM paling tidak aku mulai menerapakan ilmu-ilmu tentang SDM yang sering aku baca di blog punya Pak Sjafri Mangkuprawira, salah satu Profesor di IPB yang memang ahli di bidang SDM.

Artikel ini mungkin sedikit memberi gambaran tentang produktifitas & budaya kerja di Indonesia dan mungkin saja gambaran budaya kerja dikantor kita. Mungkin nengbiker perlu menjalin komunikasi yang lebih dengan partner kerja tentang masalah yang dialami dalam tim, tujuan yang akan dicapai oleh tim, sejauh mana tujuan sudah dicapai, kendala apa aja yang dialami untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk kinerja rekan kerja kita, semua harus dibicarakan. Caranya bagaimana ..? mungkin Artikel ini bisa digunakan😀

Mungkin saja rekan nengbiker mengalami kejenuhan dengan rutinitas kerjaan yang cuma chating terus😀. Kejenuhan dengan rutinitas kerjaan yang hanya gitu2 aja bisa dialami siapa saja termasuk saya juga😀. Akibatnya apa…? bisa saja kejenuhan tersebut berakibat fatal atau menurunnya produktifitas kerja tim, sehingga tujuan yang semula ingin dicapai akhirnya gak kesampaian, jadi siap2 aja kena teguran ama leadermu bahkan kena SP1 he he.

Jobdesc yang jelas bahkan kalo bisa terperinci bisa dijadikan sarana untuk memantau apa yang dikerjakan oleh rekan kita karena memang tidak mungkin kita sewaktu2 nanyain ke rekan kerja, “kamu lagi ngerjain apa?”, atau mungkin sekali waktu perlu dikasih gimmick untuk mencapai target tertentu diluar jobdesc yang biasanya. Atau bisa pake cara ini untuk memantau apa yang dikerjakan oleh rekan, yang pernah aku usulkan ke leaderku dan disetujui dan masih berjalan sampai sekarang, walau terkadang aku melanggar usulku sendiri :)) , sorry sam😀

Kongkritnya seperti ini:

  • Masing-masing tim setiap hari sebelum bekerja harus membuat list task yang akan dikerjakan hari ini yang diurutkan berdasarkan skala prioritas(pinjem istilahnya PW :D). List Task tersebut dikirim kesemua tim. List task tersebut dijadikan acuan masing2 tim sebagai target pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu.
  • Sebelum Pulang, masing2 tim membuat daily report, task apa aja yang sudah dikerjakan dari list task yang dibuat sebelumnya, jika ada tambahan task dari leader tambahkan juga dalam daily report tersebut. Jika ada task yang belum selesai dikerjakan harus dilaporkan juga, sejauh mana task tersebut dikerjakan, jika  ada kendala ketika menyelesaikan salah satu task juga harus dilaporkan atau ada usulan/request untuk mengatasi masalah tersebut.
  • Task yang belum selesai hari itu, esok harinya dimasukkan dalam list task besok yang harus diselesakan.
  • Ulangi dari cara pertama secara terus menurus,sampek blenger😀

Serpertinya evaluasi dari leader mungkin saja diperlukan untuk menilai performa masing2 tim dalam setiap minggunya, gak usah yang evaluasi yang ribet deh, gak perlu dalam bentuk angka2 atau prosentase, cukup performa minggu kemaren lebih baik/turun/sama dari performa 2 minggu yang lalu, jangan lupa kasih juga motivasi/gimmick  biar tambah semangat,misalnya yang kinerjanya naik terus dalam 3 bulan berturut2 nanti diusulkan naik haji, eh naik gaji, he he he.

*mudah2an comment typo berkurang*


2 Comments on “Solusi Nyeleneh”

  1. nengbiker says:

    eh, bener juga. yang kurang ituh weekly performances dalam tim.
    on progress minggu ini aku bikin deh. klo ga gitu ga keliatan hasil kerjanya masing2 ^^

    tenkyuuuu


Ninggalin jejak di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s