Dua Langkah Pertama

Pa…, tadi adik jalan, tapi cuma 2 langkah

Yups, itu adalah penggalan sms yang aku terima kemaren dari istriku yang selalu setia mengawasi buah hati ku, Faqih si junior. Beberapa hari ini faqih memang ingin belajar jalan sendiri terus, biasanya Faqih belajar jalan menggunakan alat bantu berupa kursi kecil yang dijadikan pegangan kemudian kursi tersebut didorong, cara ini udah dilakukan sekitar dua bulan yang. Sayang sekali aku tidak melihat langsung moment saat itu, ketika Faqih belajar tanpa menggunakan alat bantu, Fatherless Children itu yang diungkapkan oleh Pak Budi Rahardjo, yups, I’m lost it, saya termasuk golongan tersebut😦. Tidak seperti Pak Badroni Yuzirman yang punya banyak waktu luang untuk bercengkrama dengan si kecil.

Walau umurnya masih belum genap satu tahun, tepatnya 11 bulan, Faqih termasuk bayi yang cepat bisa jalan. Biasanya umur setahun lebih kebanyakan bayi belajar/bisa berjalan. Bahkan anak tetangga sebelah rumah yang umurnya lebih tua tepatnya 1 tahun 2 bulan masih belum bisa berdiri sendiri.

Alhamdulillah Faqih termasuk bayi yang cepat belajar, cukup di ajarkan 1-2 kali bahkan cukup melihat saja dia sudah bisa meniru. Salah satu kepintarannya adalah belajar berdoa yang sering di ajarkan oleh istriku ketika selesai Sholat, dengan dipangku terus dituntun mengangkat kedua tangannya dan didekatkan dengan mulutnya sambil melafalkan doa-doa pendek dan diakhiri dengan ucapan Amiin sambil mengusapkan kedua tangan ke muka, layaknya seperti doa yang umum dilakukan oleh umat Islam. Cukup 2 kali dituntun selanjutnya Faqih bisa melakukan sendiri gerakan berdoa. Moment ini aku melihatnya sendiri, aku cuma diam terpaku dengan mata sedikit berair(mau nangis,he he he ternyata cemen juga).

Satu lagi, Faqih sudah bisa mengikuti gerakan Sujud dalam Sholat walaupun tidak sempurna. Awalnya memang sengaja saya dan istriku ketika sholat di rumah membiarkan dia melihat saya Sholat, biar dia tau gerakan dalam Sholat. Awalnya dia hanya menggangu ketika saya Sholat dengan menarik-narik celana, mukenah atau sarung maksudnya minta gendong, tapi dibiarkan saja. sampai suatu ketika istriku lagi Sholat dan dia sedang ada disamping, memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh mamanya, Subhanallah…, tak di sangka dia mengikuti gerakan sujud, dari posisinya yg lagi duduk walaupun gerakannya tidak sempurna tepatnya nungging ;)). Ketika istriku bangun dari sujud dia melihat posisi “sujud” yang dilakukan Faqih, tapi karena kedua tangannya yg masih belum kuat menopang berat tubuhnya yg berat, Faqih jatuh terjerembab “mencium lantai” dan menangis. Aku yang mendengar cerita ini tertawa sekaligus nangis(lagi), lagi aku kehilangan moment ketika Faqih melakukannya pertama kali😦. Sekarang cukup bilang “Ayo Faqih sholat” sambil mengucapkan Takbir “Allahuakbar”, faqih langsung melakukan gerakan “Sujud”.

Entah apa lagi kepintaran dia, yang pasti akan aku nanti-nanti


3 Comments on “Dua Langkah Pertama”

  1. CaNdLe says:

    anak-anak umur segitu memang belajar dari apa yang dia lihat dan dia dengar, jadi kita musti ati-ati kalo mau ngapa-ngapain di depannya. hiks… jadi keinget adik saya yang berumur 18 bulan… kangen!

  2. silent says:

    anakku udah bisa bilang satu, sambil tunjuk2 telunjuknya.
    ngikutin bilang dua, tiga.
    Tapi kalo lagi bingung langsung ngamuk, tanganku di utek2 ;))

    @silent : masih mending di utek2, kalau anakku langsung gigit,
    dan gak akan berhenti sampek sukses :))

  3. nengbiker says:

    anakku..

    emmm

    anakku…

    bentar, nyari bapaknya dulu


Ninggalin jejak di sini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s