Other side about me

Icon

Be adventurous, but not reckless

Menyikapi Musibah Sebagai Keberuntungan

Manusia tidak akan jauh dari musibah dan kebanyakan masyarakat tidak mengharapkan mengalami musibah. Musibah dapat menimpa siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Kita tidak akan tau kapan musibah itu akan datang. Ketika kita mengalami musibah seharusnya kita bersabar, Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata:

Kebaikan yang tiada kejelekan padanya adalah bersyukur ketika sehat wal afiat, serta bersabar ketika diuji dengan musibah. Betapa banyak manusia yang dianugerahi berbagai kenikmatan namun tiada mensyukurinya. Dan betapa banyak manusia yang ditimpa suatu musibah akan tetapi tidak bersabar atasnya. (Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 158).

Tidaklah seorang hamba menahan sesuatu yang lebih besar daripada menahan al-hilm (kesantunan) di kala marah dan menahan kesabaran ketika ditimpa musibah. (Mawa’izh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 62)

Mungkin sebagian dari kita menyikapi ketika mengalami musibah cenderung emosi dan menyalahkan orang lain bahkan dengan sengaja/tidak sengaja menyalahkan kepada sang Khalik atas musibah yang dialami dan mengangap suatu ketidakadilan yang dilakukan oleh Tuhan kepadanya. Setiap musibah yang diberikan kepada kita pasti mempunyai hikmah bagi kita, salah satunya adalah mengembalikan hamba kepada Rabb-nya dan mengingat kelalaiannya, Allah berfirman:

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami timpa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk dan merendahkan diri. (QS.Al-An’am : 42).

Tidaklah ada suatu balasan (yang lebih pantas di sisiKu bagi hambaKu yang beriman, jika Aku telah mencabut nyawa kesayangannya dari penduduk dunia kemudian dia bersabar atas kehilangan orang kesayanagnnya itu, melainkan Surga. (HR. Bukhari)

Hikmah lainnya bisa anda baca lebih lengkap disini. Sadarilah, musibah yang menempah kita adalah sebuah nikmat, nikmat untuk mengingat keberadaan kita sebagai hambaNya, nikmat bahwa kita selalu diawasi oleh Nya. Selayaknya kita menyikapi musibah dengan hal yang positif cara paling mudah dengan menganggap musibah yang kita alami sebagai keberuntungan. Misalkan, ketika kita dipalak di terminal, tinggal bilang “Untung saja yang hilang cuma uang didompet, bukan nyawa”, apakah anda mau menukar nyawa anda dengan uang yang bisa anda dapatkan/cari kembali dengan nyawa anda?

Bertawakal dan bersyukurlah bila anda mendapatkan musibah dan berdoalah agar musibah yang kita terima bisa melewatinya. Sesungguhnya dengan bersabar akan musibah yang kita dapat akan meningkat derajat keimanan kita di sisiNya.

Filed under: Pelajaran Hidup

Nila setitik, Rusak Susu Sebelanga

Pantun Hari ini

Nila setitik, Rusak Susu Sebelanga

Filed under: curhat

Penolakan Identitas Sebagai Orang Madura

Seringkali aku temui ketika mudik menjelang Telasan(lebaran) dibis terdengar dialog Jakarta(elu, gua, kagak dll)
dengan logat Madura. Mereka adalah orang yang merantau ke Jakarta. Sungguh sangat risih aku mendengarnya,
kenapa mereka tidak menggunakan bahasa ibu mereka apakah mereka malu menggunakan bahasa madura atau mereka
ingin menunjukkan jika mereka perantauan dari Jakarta. Dan lebih parah lagi penggunaan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa Madura dan ini banyak dilakukan oleh sebagian kalangan terpelajar(mahasiswa) yang kuliah di Jawa.

Kamu A kuliah dimana?

Kamu sudah semester berempa?

Sekarang alako dimana?

Jika ingin menggunakan Bahasa Indonesia gunakan dengan benar,jika ingin menggunakan Bahasa Madura
gunakanlah bahasa Madura yang benar. Kenapa harus mencampur adukkan keduanya.

Mungkin itu adalah salah satu bentuk penolakan identitas sebagai orang madura. Mungkin mereka malu untuk mengaku sebagai orang madura. Citra orang Madura dimata masyarakat diluar Madura cenderung negatif karena kebanyakan pekerjaannya yang dianggap rendah/kotor yakni perdagangan besi tua. Citra negatif lainnya adalah kebiasaan Carok atau membawa celurit kemana-mana, banyak masyarakat luar madura mengatakan carok adalah sebuah tradisi/identitas orang Madura.

Saatnya kita sebagai orang Madura merubah citra tersebut, siapa lagi yang akan merubah jika bukan kita sendiri sebagai orang madura ada ungkapan khas madura untuk perubahan ini.

Coma Oreng Madhura, se ngarte bhasa Madhura

(Hanya orang Madura yang mengerti bahasa Madura)

Proses perubahan ini memang butuh waktu panjang, kesungguhan dan pengorbanan. Peningkatan kualitas pendidikan adalah solusinya. Figur tokoh masyarakat memang penting untuk dijadikan contoh untuk perubahan ini, tapi hal yang paling penting adalah perubahan yang dilakukan oleh taretan dhibi’.

Filed under: curhat

Harga

Semuanya punya harga
Semuanya punya “harga”
Kemerdekaan, demokrasi, Kebebasan
Semuanya punya harga, “harga”

Seberapa besar harganya
Seberapa bernilai “harga” tersebut
Kamu sendiri yang menulisnya

Filed under: Pelajaran Hidup, Puisi, curhat

Satu Target Telah Tercapai

Alhamdulillah salah satu target tahun ini yang kami canangkan
di awal tahun sudah tercapai,yakni sebuah pondok untuk berteduh
dari hujan, panas matahari dan angin.
Proses yang benar-benar butuh perjuangan dan pengorbanan yang
lumayan menguras tenaga. Proses hunting yang dimulai 3 bulan
yang lalu akhirnya membawa hasil. Sebuah pondok kecil yang
berlokasi tak jauh dari pondok temanku(Thanks Bro).
Semoga pondok kecil ini yang aku persembahkan buat keluarga
kecilku semoga bisa menjadi pondok yang memberkahi para penghuninya.

Dibalik proses ini, aku mendapatkan satu pengalaman/ilmu
dibidang property yang tidak akan aku lupa, yups pengalaman
ini tidak akan aku lupa karena biayanya lumayan besar :D .
Sebenarnya aku sudah banyak membaca buku tentang property
seperti Buku karya Joe Hartanto yakni Property Cash Mechine
atau bukunya Kiyosaki. Aku sedikit gagal di tahap negosiasi
karena terbawa emosi ingin segera memiliki pondok tersebut.
sebenarnya aku bisa mendapat harga yang lebih bagus jika
aku tidak terbawa arus oleh skenario yang mungkin dirancang
oleh broker yang aku minta tolong. Aku sudah “teracuni” oleh
ilusi-ilusi yang dia masukkan ke dalam pikiranku karena aku
terlalu fokus pada harga yang dia janjikan.

Nasi sudah jadi bubur penyesalan di akhir tiada guna,
tapi ini bukan kegagalan tapi ini adalah pembelajaran
bagiku yang baru belajar ilmu dibidang property.

Target berikutnya adalah membesarkan madurafood.com.
Ijinnya sudah digenggaman saatnya membuat manufer untuk
memulai proses produksi diharapakn 2 tahun kedepan
madurafood ini berkembang sampai deadline yang aku
canangkan di acara Milad TDA Ngalam minggu kemarin
yakni resign pada tanggal 111111.

Filed under: Pelajaran Hidup, curhat

Belajar Dari Pedagang Asongan

Kita bisa belajar tidak mengenal tempat, kapanpun kita bisa belajar, dari siapapun kita bisa belajar. Selama ini kita terpaku oleh pola kalo mau belajar harus disekolah, kalo belajar harus kepada orang yang berilmu tinggi(baca: Pendidikan), kalo belajar harus ke orang yang sudah sukses. Pernahkah anda belajar diluar pola yang terpatri selama ini.

Mungkin saya adalah salah satunya. Ilmu yang saya dapat ini dari seorang pedagang asongan di terminal arjosari yang saya amati ketika setiap akhir pekan saya mudik ke Arudam (baca: madura). Pedagang asongan ini menjual kue basah didalam bis yang sedang ngetem menunggu penumpang. Hanya sekitar 10 menit yang dimiliki pedagang asongan tersebut untuk menjajakan dagangannya kepada sekitar 30 penumpang(bis berisi separuh karena saya berangkatnya malam hari).

Ilmu yang saya dapat adalah tentang Pricing yakni penentuan harga jual sebuah produk(baca:kue) kepada konsumen(baca:penumpang). Ketika saya mudik minggu lalu kebetulan saya naik Bis Patas, pedagang asongan ini menjajakan kuenya dengan harga Rp. 2500 dan menyodorkan 2 jenis kue. Kemaren kembali saya mudik tapi kali ini saya naik bis ekonomi dan kembalil pedagang asongaan ini menjajakan kuenya dengan harga Rp. 2000 dan menyodorkan 3 jenis kue.

Kejelian pedagang asongan ini menentukan harga untuk segment kunsumen yang berbeda patut diacungi 2 jempol. Segment market pertama yakni penumpang bis patas yang punya dana lebih banyak jika dibandingakan segment market yang kedua yakni penumpang bis ekonomi terbukti jitu. Di bis patas tidak banyak penumpang yang menawar harga(mungkin gengsi), mereka langsung setuju dengan harga yang ditawarkan seolah-oleh di bungkus kue tersebut sudah ada label harga dengan keterangan “Harga Pas Tidak Bisa Ditawar”. Sedangkan di bis ekonomi masih ada proses tawar menawar. Pedagang asongan tersebut bisa mendapatkan keuntungan lebih besar jika di menjual kepada penumpang bis patas.

Darimana dia belajar menerapkan pricing yang sangat tepat, mungkinkah pedagang asongan ini pernah ikut seminar Hermawan Kertajaya? Menurut pakar marketing tersebut Pricing adalah salah satu unsur penting dalam marketing.

Ilmu kedua yang saya dapat adalah tentang Penawaran. Masih terngiang-ngiang ketika ikut seminar Pak Tung atau mendengarkan CD Marketing Revolution, Penawaran adalah hal terpenting dalam bisnis. bukan lokasi bahkan produk. Pak Tung bilang kita hanya punya waktu 3 detik untuk menawarkan sebuah produk. Jika saya kalkulasi pedagang asongan tersebut punya waktu 20 detik untuk menawarkan dagangannya itu belum tereduksi oleh waktu ketika menawarkan dagangan ke masing-mesing penumpang dan “gesekan” sesama pedagang asongan.

Sebelumnya saya punya tanda tanya besar, kenapa pedagang asongan tersebut menyodorkan 3 jenis kue di bis ekonomi dan 2 jenis kue di bis patas, ternyata itu adalah jalan buat dia untuk membuat penawaran. Di bis ekonomi banyak penumpang yang menawar harga, biasanya menawar 1500 per kue, nah pedagang tersebut kekeh pasang harga 2000 kecuali beli satu “paket” (3 kue) seharga 5000, cara tersebut terbukti efektif banyak yang beli satu “paket”.

Untuk di bis patas kenapa menyodorkan 2 kue, ternyata untuk ngepaskan dengan pecahan uang 5000, mungkin ada “keengganan” pedagang asongan untuk ngasih kembalian, untuk yang ini saya masih ragu, Apakah itu adalah penawaran atau sebuah pemaksaan secara halus?

Filed under: Pelajaran Hidup

Lompatan 2.000.000

Yeeeeeeeeeeees….. *berasa di seminar Pak Tung

Traffic Rank dinoyo.com melompat naik sekitar 2.000.000 menurut versi alexa, dari urutan sekitar 11,5juta minggu lalu menjadi 8,5jt, biar gak dibilang HOAX, saya tampilkan screenshotnya :D

traffic-rank_8juta1

Apa pentingnya traffic rank bagi saya? trafick rank alexa awalnya saya jadikan acuan untuk mengetahui posisi peringkat dinoyo.com tapi sekarang saya jadikan target harus naik dua kali lipat dari minggu sebelumnya. Selain alexa, dinoyo.com juga menggunakan Pagerank untuk alternatif.

Saat ini baru lompatan traffic/page rank yang bisa dinoyo.com lakukan, 2 bulan lagi harus Lompatan profit/omset yang dinoyo.com dapatkan. Paling tidak setiap minggu saya harus melompat, melompat dan melompat.

Filed under: curhat ,

“Gesekan” yang nikmat

Gesekan yang satu ini memang sangat menggoda, mereka kebanyakan mangkal keramai di mall, supermarket, pusat pertokoan, bandara bahkan dihotel. Tanpa sungkan-sungkan mereka menjajakannya barang dagangan mereka kepada setiap orang. Rayuannya begitu maut dan sangat menggoda yang akan mengguncang “iman” kita.

Tak sedikit para pengguna barang ini terjerumus kedalam “sengsara” tapi mereka tidak pernah jerah, mereka sudah kecanduan dengan kenikmatannya, “gesekan”nya benar membawa nikmat sampai puncak, ahhh. Salah satu temanku kemaren malam bercerita bagaimana nikmatnya “gesekan” benda ini, dia benar-benar ketagihan, mungkin dia sudah sering merasakan puncak kenikmatan, bahkan sampai sekarang dia tidak sungkan main gesek sana gesek sini, tanpa berpikir panjang kedepan karena dia yakin akan mendapatkan “kenikmatan” yang lebih banyak dari hasil “gesekan” yang dia lakukan.

Bagiku kenikmatan itu hanya bayangan, sebuah ilusi karena aku belum pernah menikmati tapi itu nyata adanya. Kenikmatan itu memang tidak bisa kita lihat, tapi bisa dirasakan. STOP… jangan berpikiran yang tidak-tidak, gesekan yang saya maksud adalah gesekan kartu kredit :D . Kenikmatan yang saya maksud adalah bagaimana nikmatnya(keuntungan) yang didapatkan dari geseskan kartu kredit ini, bagaimana kita memanfaatkan kartu kredit untuk modal usaha, bagaiman trik-triknya hingga mencapai “Puncak Kenikmatan”. Sharing MM kemaren malam membuat aku “Horny”, yeahhh “I am Horny” untuk membuat PENAWARAN.

Mungkin dalam waktu dekat aku akan mulai mencicipi “kenikmatan” gesekannya :D .

Filed under: Uncategorized ,

Kontrakan baru

Kontrakan baru sudah aku tempati, dengan alamat blog yang lebih mudah diingat atau dilafalkan jika dibandingkan idiluam.wordpress.com.  Maaf tidak ada acara tumpengan atau pecah kendi :D . Semoga di kontrakan yang baru ini, semangat menulis ku kembali tumbuh

Filed under: curhat

TDA

Random Ayat


Copyright:Aryo Sanjaya